
Lashing & Blocking: Keamanan Muatan di Truk Box/Trailer
05 Januari 2026
Ringkasan Cepat
- Tujuan utama: cegah geser/roboh saat akselerasi, rem, dan tikungan; lindungi barang & kabin.
- Perangkat inti: ratchet/webbing strap, corner protector, anti-slip mat, dunnage/beam/bar, edge guard.
- Pola lashing: straight, loop, cross, top-over — pilih sesuai bentuk & titik jangkar.
- Blocking & bracing menahan gerak translasi; lashing menahan angkat/miring. Kombinasikan keduanya.
- Inspeksi: cek tegangan & sudut strap (30–60°), retighten setelah 10–20 km pertama.
Mengapa Lashing & Blocking Penting?
- Keselamatan: muatan yang bergeser meningkatkan risiko kecelakaan & kerusakan struktural kendaraan.
- Operasional: menghindari re-stacking di perjalanan, menekan downtime dan klaim.
- Kepatuhan: memenuhi standar keselamatan internal & audit pelanggan.
Peralatan & Fungsinya (Inti)
- Ratchet/Webbing Strap — pengikat utama; pilih SWL/LC sesuai bobot.
- Corner Protector / Edge Guard — melindungi sudut muatan & mencegah strap memotong karton/edge.
- Anti-Slip Mat — meningkatkan friksi lantai (box/trailer) agar muatan tidak meluncur.
- Dunnage, Beam/Load Bar — pengganjal & penahan lateral/longitudinal.
- Chain/Binder (untuk heavy) — pilih jika webbing tidak memadai.
Tip: gunakan label SWL/LC sebagai referensi, bukan sekadar “feeling” saat mengencangkan.
Titik Jangkar & Sudut Ideal
- Titik lantai/dinding: gunakan anchor point yang teruji; hindari baut/rel non-structural.
- Sudut lashing: ideal di rentang 30–60°; terlalu kecil → kurang menahan angkat, terlalu besar → kurang menahan geser.
- Distribusi: seimbangkan kiri/kanan & depan/belakang; minimal 2 strap berlawanan untuk beban panjang.
Pola Lashing (Kapan Memakai)
- Straight Tie-Down — dari titik A ke B; untuk menahan turun/angkat ringan (butuh friction yang baik).
- Loop (Basket) — melingkari muatan; kapasitas efektif naik, cocok untuk silinder/palet stabil.
- Cross (X) — menahan gerak lateral di kedua sisi; ideal untuk bracing samping.
- Top-Over — menekan muatan ke lantai; efektif bila dikombinasikan dengan anti-slip.
Aturan praktis: palet kotak → top-over + corner protector; bentuk tidak beraturan → loop/cross + blocking.
Blocking & Bracing di Box/Trailer
- Floor/Side Blocking: gunakan kayu/dunnage/stopper yang fixed pada rel/rangka, bukan sekadar “ganjal bebas”.
- Void Management: isi ruang kosong dengan airbag/foam/board agar muatan tidak bergerak.
- Layering: untuk palet bertingkat, pasang layer board + strap antar-layer.
Inspeksi & Retighten (Di Perjalanan)
- Sebelum berangkat: cek tekanan & kondisi strap, posisi corner protector, kondisi sudut tajam.
- Setelah 10–20 km: retighten (muatan biasanya “settle”).
- Setiap rest stop: cek ulang sudut & tegangan; ganti strap bila ada fray/cut.
Kesalahan Umum (Hindari)
- Strap menyentuh edge tajam tanpa protector → cepat aus/putus.
- Over-tension hingga merusak karton/edge; gunakan top cap/board.
- Mengandalkan satu strap panjang untuk semua arah.
- Tidak mengelola void → muatan “berjalan” saat rem/tikungan.
- Mengikat ke titik non-structural (rak/rel hias).
Checklist Ringkas Pra-Berangkat
- Jenis strap sesuai beban & SWL/LC.
- Sudut 30–60°, distribusi kiri/kanan seimbang.
- Corner protector terpasang di semua edge kritis.
- Anti-slip mat di bawah muatan licin/berat.
- Blocking/bracing menutup void; load bar/dunnage terkunci.
- Foto bukti (sisi kiri/kanan/depan/belakang) → arsip POD internal.
FAQ Singkat
Apakah top-over saja cukup untuk palet karton?
Cukup jika lantai memiliki friksi memadai dan ada corner protector. Untuk rute panjang/bergelombang, tambah blocking.
Kapan pakai chain dibanding webbing strap?
Untuk beban sangat berat/sudut tajam yang berisiko memotong webbing. Pastikan binder & anchor sesuai kapasitas.
Butuh Bantuan Setting SOP?
Kami dapat menyiapkan SOP lashing & blocking lengkap (poster, checklist, dan template foto bukti) sesuai jenis muatan Anda.
Contact Us

